Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberagaman dewan direksi (gender dan keahlian) terhadap kinerja keuangan perusahaan, serta menguji peran kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai variabel mediasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel seimbang (balanced panel) yang mencakup 34 perusahaan non-keuangan di kawasan ASEAN periode 2017–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel model Fixed Effect Model (FEM) serta analisis jalur (path analysis) dengan Uji Sobel untuk memvalidasi hipotesis mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman gender berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja ESG dan kinerja keuangan. Sebaliknya, keberagaman keahlian berpengaruh negatif terhadap kinerja ESG namun tetap berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan. Secara spesifik, kinerja ESG terbukti memediasi hubungan antara keberagaman gender dan kinerja keuangan, namun tidak signifikan memediasi hubungan keberagaman keahlian. Kesimpulannya, keberagaman gender efektif menyelaraskan tujuan keberlanjutan dan profitabilitas, sedangkan keberagaman keahlian cenderung memicu konflik kognitif dalam aspek ESG meskipun menguntungkan secara finansial. Penelitian ini menyarankan penguatan representasi perempuan dan penyeimbangan komposisi keahlian dewan untuk optimalisasi nilai perusahaan jangka panjang.
Copyrights © 2026