ABSTRAKRumput laut kaya akan senyawa bioaktif, terutama senyawa fenol dan turunannya yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan terhadap lingkungan ekstrim. Senyawa bioaktif ini memiliki aktivitas antioksidan yang ditemukan dalam rumput laut. Antioksidan dalam kosmetik berfungsi untuk mencegah oksidasi yang dapat merusak formulasi kosmetik dan menangkal efek buruk radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti kemerahan, kekeringan, dan pecah-pecah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan antioksidan dalam body lotion berbahan dasar rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dan (Sargassum sp.) menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl), dengan pengukuran yang dilakukan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa body lotion berbahan dasar rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dan (Sargassum sp.) mengandung antioksidan, yang ditunjukkan oleh perubahan warna dari ungu menjadi kuning pucat setelah didiamkan selama 30 menit. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ formulasi terbaik (F3) sebesar 36,36 ppm, yang termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Sebagai pembanding, nilai IC₅₀ F0 sebesar 24.237,50 ppm, F1 sebesar 49,80 ppm, dan F2 sebesar 49,75 ppm yang menunjukkan bahwa body lotion berbahan dasar rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dan (Sargassum sp.) memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Temuan ini memiliki signifikansi praktis bagi industri kosmetik sebagai alternatif bahan antioksidan alami yang ramah lingkungan, sekaligus berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan rumput laut lokal Kata kunci: Rumput laut, Antioksidan, body lotionABSTRACTSeaweed is rich in bioactive compounds, particularly phenolic compounds and their derivatives, which serve as defense mechanisms against extreme environments. These bioactive compounds possess antioxidant activity found in seaweed. Antioxidants in cosmetics function to prevent oxidation that can damage cosmetic formulations and counteract the adverse effects of free radicals that can cause skin damage such as redness, dryness, and cracking. The aim of this study is to analyze the antioxidant content in seaweed-based body lotion (Kappaphycus alvarezii) and (Sargassum sp.) using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method, with measurements conducted using a spectrophotometer at a wavelength of 517 nm. The research results show that seaweed-based body lotion (Kappaphycus alvarezii) and (Sargassum sp.) contain antioxidants, as indicated by a color change from purple to pale yellow after being allowed to stand for 30 minutes. The antioxidant activity test showed that the IC₅₀ value of the best formulation (F3) was 36.36 ppm, which falls into the category of very strong antioxidant activity. For comparison, the IC₅₀ values of F0, F1, and F2 were 24,237.50 ppm, 49.80 ppm, and 49.75 ppm, respectively, indicating that the seaweed-based body lotion (Kappaphycus alvarezii and Sargassum sp.) possesses very strong antioxidant activity. This finding has practical significance for the cosmetics industry as an eco-friendly alternative source of natural antioxidants, while also offering the potential to enhance the economic value of coastal communities through the utilization of local seaweed. Keywords: Seaweed, Antioxidants, body lotion
Copyrights © 2025