Populasi ternak ruminansia, khususnya sapi dan kerbau, memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan daging serta menjaga ketahanan pangan daerah. Perubahan dinamika populasi kedua komoditas ini di Kabupaten Tanah Laut perlu dianalisis secara komprehensif guna memberikan gambaran tren jangka Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren populasi sapi dan kerbau di Kabupaten Tanah Laut dengan menggunakan metode Compound Annual Growth Rate (CAGR). Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series periode 2020–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut, serta proyeksi populasi hingga tahun 2029. Variabel penelitian meliputi gross populasi dan net populasi sapi serta kerbau, yang dianalisis untuk mengetahui pola pertumbuhan jangka panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi sapi mengalami penurunan dengan nilai CAGR sebesar -2,36% per tahun, sedangkan populasi kerbau menunjukkan penurunan yang lebih tajam dengan nilai CAGR sebesar -21,26% per tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberlanjutan populasi sapi masih memiliki peluang untuk dipertahankan melalui pengelolaan yang tepat, sedangkan populasi kerbau berada pada kondisi kritis dan memerlukan intervensi segera. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi pengelolaan spesifik, antara lain pengendalian pemotongan, peningkatan produktivitas reproduksi, perbaikan manajemen pakan, serta program konservasi plasma nutfah khusus untuk kerbau. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan peternakan berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.
Copyrights © 2025