Di tengah revolusi digital yang mengubah cara manusia memvalidasi eksistensinya, mahasiswa sebagai digital native sering kali dihadapkan pada tantangan disrupsi informasi dan penyebaran hoaks. Filsafat, yang seharusnya menjadi landasan berpikir kritis, kerap dianggap abstrak dan kurang relevan dalam menjawab tantangan praktis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) terhadap relevansi sistem filsafat dalam kehidupan modern, khususnya dalam konteks literasi teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan mixed-method. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah filsafat, diperkuat dengan wawancara mendalam untuk menggali aspek kualitatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memetakan kesenjangan antara pemahaman konsep dasar filsafat (ontologi, epistemologi, aksiologi) dengan kemampuan aplikatif mahasiswa dalam menavigasi dunia digital. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi strategi pembelajaran filsafat yang lebih kontekstual, guna membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga bijak dan kritis dalam mengelola informasi.
Copyrights © 2025