Latar belakang: Pekerja bengkel las berisiko tinggi mengalami luka bakar, gangguan mata, masalah pernapasan, hingga kecacatan akibat paparan sinar las, percikan logam, debu, dan asap. Upaya pencegahan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD) belum optimal karena tingkat kepatuhan yang rendah, dipengaruhi keterbatasan pengetahuan, sikap kurang positif terhadap APD, serta praktik kerja yang tidak aman, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penyuluhan dengan metode diskusi dan ceramah terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan pekerja bengkel las mengenai APD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan non-randomized pretest–posttest control group design. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Gusta, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada periode 2–10 April 2022. Subjek penelitian mencakup seluruh pekerja bengkel las berjumlah 36 orang yang tersebar di lima bengkel. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi (18 orang) dan kelompok kontrol (18 orang). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan N-Gain dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna pada pengetahuan (p < 0,001), sikap (p < 0,001), dan tindakan pekerja bengkel las terkait APD sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan. Penyuluhan dengan metode diskusi lebih efektif dalam meningkatkan perilaku pekerja bengkel las dibandingkan penyuluhan dengan metode ceramah. Kesimpulan: Penyuluhan menggunakan metode diskusi terbukti lebih efektif dalam meningkatkan perilaku pekerja bengkel las tentang penggunaan APD dibandingkan penyuluhan yang dilaksanakan dengan metode ceramah
Copyrights © 2025