Pelatihan tenis meja memiliki potensi sebagai media edukasi sekaligus pengembangan keterampilan motorik anggota klub olahraga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan penguasaan teknik dasar dan koordinasi motorik melalui pelatihan terstruktur. Program dilaksanakan selama 4 minggu dengan 8 kali pertemuan yang diikuti oleh 20 anggota klub tenis meja. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, praktik teknik dasar, simulasi taktik, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan motorik (wall rally test dan footwork test), observasi kehadiran, serta kuesioner kepuasan. Tingkat kehadiran peserta rata-rata mencapai 95,6%, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan: wall rally test meningkat dari 28,4 menjadi 47,9 pukulan (68,7%), sedangkan footwork test meningkat dari 15,2 menjadi 25,7 langkah (69,1%). Evaluasi kepuasan peserta menggunakan skala Likert (1–5) menghasilkan skor rata-rata 4,6 (kategori sangat puas), dengan aspek metode praktikum memperoleh nilai tertinggi (4,8). Berdasarkan hasil ini, pelatihan tenis meja terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik sekaligus memberikan pengalaman edukatif bagi peserta. Kegiatan ini berimplikasi pada peningkatan kualitas pembinaan olahraga di tingkat klub dan dapat direplikasi untuk konteks pengembangan keterampilan motorik dalam cabang olahraga lainnya.
Copyrights © 2025