Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap siswa Generasi Z di Nusa Tenggara Barat terhadap pelajaran matematika, mengidentifikasi faktor penyebab ketidaksukaan, serta menggambarkan indikator kecemasan matematika yang dialami siswa. Penelitian melibatkan 195 siswa dari sembilan kabupaten/kota melalui penyebaran angket skala Likert dan pertanyaan terbuka. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diperkuat dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap matematika cenderung negatif, dengan 68,8% siswa berada pada kategori netral hingga tidak suka, dan hanya 31,3% yang menyatakan suka atau sangat suka. Faktor utama yang menyebabkan ketidaksukaan meliputi soal yang dianggap terlalu sulit (49%), metode mengajar monoton (43,6%), dan materi yang terasa abstrak (40%). Selain itu, siswa juga menunjukkan tingkat kecemasan yang tinggi, terutama ketakutan mendapat nilai rendah, takut salah, dan takut ditertawakan teman. Temuan kualitatif menegaskan bahwa pengalaman negatif, tekanan sosial, serta gaya mengajar guru turut memperkuat kecemasan dan ketidaksukaan siswa terhadap matematika. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang lebih variatif, kontekstual, dan ramah siswa guna meningkatkan minat serta mengurangi kecemasan matematika pada siswa Generasi Z.
Copyrights © 2025