The increasing role of digital marketing in Indonesia has led to the emergence of the affiliate marketing profession, which is widely embraced by young adults familiar with digital technology. However, unstable and performance-based working conditions can impact their subjective well-being. This study aims to explore the influence of psychological capital on subjective well-being among young adult affiliates in Jakarta. A quantitative approach with purposive sampling was used, involving 283 affiliates aged 18 to 25 years. The instruments used were the PCQ-12 to assess psychological capital, and SWLS and PANAS to measure subjective well-being. The results showed a significant negative relationship between psychological capital and subjective well-being. Most participants were categorized as moderate in both variables. These findings suggest that external factors, such as income instability and work pressure, have a greater impact on affiliates' subjective well-being than psychological capital. ABSTRAK Peningkatan peran pemasaran digital di Indonesia telah memunculkan profesi affiliate marketing, yang banyak diminati oleh dewasa awal yang familiar dengan teknologi digital. Namun, kondisi kerja yang tidak stabil dan berbasis kinerja dapat memengaruhi kesejahteraan subjektif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh modal psikologis terhadap kesejahteraan subjektif pada affiliator dewasa awal di Jakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling, melibatkan 283 affiliator berusia 18 hingga 25 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah PCQ-12 untuk menilai modal psikologis, serta SWLS dan PANAS untuk mengukur kesejahteraan subjektif. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara modal psikologis dan kesejahteraan subjektif. Sebagian besar peserta berada pada kategori sedang untuk kedua variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor eksternal, seperti ketidakstabilan pendapatan dan tekanan pekerjaan, lebih berpengaruh terhadap kesejahteraan subjektif affiliator dibandingkan modal psikologis.
Copyrights © 2025