Penelitian ini mengkaji optimalisasi penggunaan teknologi dalam pengembangan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adaptasi strategis dalam sistem evaluasi pembelajaran yang lebih objektif, efisien, dan komprehensif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan tiga guru Pendidikan Agama Islam, satu kepala sekolah, dan tiga puluh siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi evaluasi mencapai sembilan puluh persen dengan platform utama yang digunakan meliputi Google Forms, Quizizz, dan Kahoot. Implementasi teknologi memberikan dampak positif berupa peningkatan efisiensi waktu hingga enam puluh persen, peningkatan objektivitas penilaian, serta peningkatan motivasi belajar siswa. Namun demikian, terdapat berbagai tantangan kompleks seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kesenjangan kompetensi digital guru, kesulitan mengukur aspek afektif dan psikomotorik, serta potensi kecurangan dalam evaluasi daring. Strategi optimalisasi yang dikembangkan mencakup peningkatan kompetensi digital guru, pendekatan blended assessment, pengembangan kreativitas instrumen evaluasi, kolaborasi profesional, dan advokasi kebijakan institusional. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model techno-spiritual dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta rekomendasi praktis bagi guru, kepala sekolah, dan pengambil kebijakan pendidikan dalam mengoptimalkan transformasi digital evaluasi pembelajaran yang berkelanjutan dan merata.
Copyrights © 2025