Konflik Rohingya di Myanmar dan konflik Israel-Palestina merupakan dua tragedi kemanusiaan yang mencerminkan kompleksitas masalah etnis, agama, dan politik di dunia modern. Konflik Rohingya bermula dari diskriminasi sistematis terhadap etnis Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang tidak diakui sebagai warga negara dan mengalami kekerasan massal sejak 2012 hingga memuncak pada 2017. Krisis ini menyebabkan ratusan ribu pengungsi melarikan diri ke Bangladesh dan negara lain, menimbulkan isu hak asasi manusia yang serius. Sementara itu, konflik Israel-Palestina memiliki akar sejarah panjang sejak awal abad ke-20, terkait perebutan wilayah dan identitas nasional. Pendudukan wilayah Palestina oleh Israel, pembangunan permukiman ilegal, serta tindakan militer berulang telah memperparah penderitaan rakyat sipil dan menghambat upaya perdamaian. Kedua konflik ini menunjukkan bagaimana ketegangan agama, diskriminasi, dan kepentingan politik dapat menghancurkan stabilitas sosial. Penyelesaiannya menuntut pendekatan diplomatik yang berkeadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta komitmen komunitas internasional untuk menegakkan perdamaian dan keadilan global.
Copyrights © 2025