Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak dialami oleh lansia di Indonesia, termasuk di Desa Kedungsukodani, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Hasil survei awal menunjukkan lebih dari 50% lansia mengalami hipertensi, namun sebagian besar belum memahami cara pengelolaan tekanan darah secara mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas lansia melalui pelatihan olah napas Bio-Energy Power (BEP) sebagai upaya non-farmakologis menurunkan hipertensi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan, pendampingan, dan evaluasi. Sebanyak 44 peserta mengikuti empat sesi pelatihan BEP dan akupresur sederhana dari 10 Agustus hingga 5 September 2025. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan serta pemantauan tekanan darah sebelum dan sesudah setiap sesi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 68% menjadi 80% serta penurunan tekanan darah dari 135/82 mmHg menjadi 125/80 mmHg. Peserta juga melaporkan merasa lebih tenang dan tidur lebih nyenyak. Program ini berhasil membentuk Komunitas BEP Desa Kedungsukodani sebagai wadah keberlanjutan dan memperkuat peran kader kesehatan desa dalam pengelolaan hipertensi secara mandiri.
Copyrights © 2025