Kemampuan vertical jump merupakan aspek penting dalam performa atlet bola voli karena berhubungan langsung dengan daya ledak otot tungkai yang dibutuhkan untuk melakukan smash dan block. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kemampuan vertical jump serta menganalisis peningkatan performa lompatan setelah pemberian program latihan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test yang melibatkan 30 atlet bola voli. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data post-test tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh atlet, ditunjukkan oleh nilai Asymp. Sig. 0,000. Tidak terdapat penurunan nilai vertical jump pada satu pun atlet. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan yang diberikan efektif meningkatkan daya ledak otot tungkai, sementara IMT berpotensi memengaruhi efisiensi lompatan atlet.
Copyrights © 2025