Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ABJ dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Angka bebas jentik (ABJ) merupakan indikator penting dalam upaya pencegahan DBD karena mencerminkan tingkat keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi data sekunder, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan program SPSS versi 25. Sampel dalam penelitian ini adalah rumah-rumah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Janti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka bebas jentik memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian DBD dengan nilai signifikansi p = 0,000. Rendahnya nilai ABJ menunjukkan tingginya populasi jentik, yang berdampak langsung terhadap meningkatnya kasus DBD. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan program pemberantasan sarang nyamuk dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk meningkatkan nilai ABJ dan menurunkan risiko DBD. Dengan demikian, pengendalian jentik nyamuk melalui peningkatan ABJ perlu menjadi prioritas dalam strategi pencegahan DBD di tingkat masyarakat
Copyrights © 2025