Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh permainan lompat angka terhadap kemampuan motorik kasar pada anak; (2) pengaruh permainan lompat angka terhadap kemampuan pengenalan angka pada anak; serta (3) perbedaan signifikan dari permainan lompat angka terhadap kedua kemampuan tersebut. Penelitian menggunakan metode quasi-eksperimental dengan desain posttest-only design with nonequivalent group, melibatkan 60 anak usia 4–5 tahun di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan lompat angka secara signifikan meningkatkan kemampuan motorik kasar dan pengenalan angka dibanding permainan ular tangga. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi gerak fisik dengan konsep numerasi melalui permainan tradisional yang dimodifikasi sesuai karakteristik anak usia dini. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konsep pembelajaran berbasis gerak sebagai pendekatan holistik dalam mengembangkan keterampilan anak, sedangkan secara praktis memberikan kontribusi terhadap inovasi pembelajaran PAUD yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2025