Penggunaan data pribadi di era digital berkembang pesat, menimbulkan tantangan etika komunikasi terkait privasi dan kepercayaan. Kajian sistematis ini mengidentifikasi kesenjangan antara etika komunikasi dan praktik pengumpulan serta pemanfaatan data pribadi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan sistematis terhadap tiga artikel dari Google Scholar (2020-Juni 2025), penelitian menemukan kesenjangan etika paling sering terjadi pada masalah persetujuan (consent), dimana data dikumpulkan tanpa persetujuan eksplisit. Dalam pemanfaatan data, muncul kontradiksi antara manfaat ekonomi dengan risiko pelanggaran privasi. Prinsip deontologis menyoroti pelanggaran kewajiban moral, prinsip teleologis mengungkap dampak negatif tidak seimbang, dan etika kebajikan menunjukkan kurangnya integritas pengelola data. Kesenjangan ini mencerminkan ketidaksesuaian antara inovasi teknologi dengan kematangan etika dan regulasi. Kajian menegaskan pentingnya pengembangan kerangka etika komunikasi lebih kuat dan pendidikan data untuk ekosistem digital bertanggung jawab.
Copyrights © 2025