Penguasaan metode numerik tidak hanya menuntut pemahaman prosedur matematis, tetapi juga kemampuan mengonversinya ke bentuk algoritmik. Namun, banyak mahasiswa masih kesulitan mentransformasi hal tersebut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menelaah bagaimana mahasiswa berpikir secara komputasional saat menyusun sintaks program, khususnya pada algoritma dasar seperti Metode Bagi Dua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir komputasi (CT) mahasiswa dalam mengonversi prosedur matematika Metode Bagi Dua ke dalam program komputer. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus digunakan, melibatkan dua kelompok mahasiswa yang terdaftar dalam Mata Kuliah Metode Numerik. Data penelitian terdiri dari hasil proyek pemrograman mahasiswa, termasuk kode sumber PHP dan keluaran program. Data dianalisis dengan menggunakan Kerangka Berpikir Komputasi oleh Brennan dan Resnick, (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, berpikir algoritmik, otomatisasi, dan debugging). Temuan ini mengungkapkan profil CT yang berbeda antara kedua kelompok. Kelompok pertama menunjukkan keterampilan CT dasar yang dicirikan oleh dekomposisi linear dan berpikir algoritmik dasar, dengan abstraksi terbatas dan strategi debugging minimal. Sebaliknya, kelompok kedua menunjukkan karakteristik CT yang lebih maju, termasuk dekomposisi modular, pengenalan pola perilaku konvergensi yang lebih kuat, abstraksi umum model matematika, struktur kontrol algoritmik dinamis, dan mekanisme debugging eksplisit. Struktur sintaksis mereka mencerminkan penalaran komputasi yang lebih mendalam, mengintegrasikan kondisi validasi, pemeriksaan konvergensi otomatis, dan keluaran tabular terstruktur. Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa proyek Metode Numerik berbasis pemrograman dapat secara efektif mengembangkan literasi algoritmik dan pemikiran komputasi reflektif siswa. Perbedaan dalam profil komputasi menunjukkan bahwa artefak pemrograman siswa memberikan perspektif yang bermakna untuk menilai kedalaman pemahaman konseptual dan prosedural mereka ketika menerjemahkan algoritma matematika menjadi kode yang dapat dieksekusi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan instrumen asesmen digital yang mampu menilai proses berpikir mahasiswa secara otomatis, serta melakukan kajian longitudinal untuk melihat perkembangan kemampuan CT mahasiswa dari waktu ke waktu.
Copyrights © 2025