Remaja masa kini semakin terbuka terhadap isu seksualitas, namun banyak di antara mereka belum memahami secara benar tentang anatomi tubuh, masa pubertas, dan risiko perilaku seksual bebas. Kondisi ini menuntut adanya pendidikan seks yang komprehensif dan kontekstual bagi remaja, terutama di lingkungan komunitas keagamaan. Pengabdian masyarakatini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan pendidikan seks dalam meningkatkan pemahaman remaja di Gereja HKBP Taman Mini, Cipayung, Jakarta Timur (dummy). Metode yang digunakan adalah one-group pretest–posttest design dengan instrumen test pilihan ganda yang diberikan kepada 30 peserta remaja berusia 13–18 tahun. Kegiatan dilakukan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pemutaran video edukatif. Hasil analisis menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 62,4 menjadi 86,2 dengan perbedaan signifikan (t(29) = 10,47; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan pendidikan seks efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduksi. Kesimpulannya, pendekatan edukatif berbasis komunitas keagamaan mampu membantu remaja memahami isu seksualitas secara sehat dan bertanggung jawab. Implikasinya, kegiatan serupa dapat dijadikan model untuk memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan pendidikan dan keagamaan.
Copyrights © 2025