Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keberagaman budaya dan nilai keagamaan membentuk pola komunikasi antarbudaya antara kedua komunitas serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat interaksi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan dokumentasi lapangan dengan lima informan kunci dari kedua kelompok masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya di Pasar Lama Tangerang dibangun melalui penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung, nilai etika komunikasi yang bersumber dari ajaran Islam dan Konfusianisme, serta praktik interaksi rutin yang terjadi dalam aktivitas pasar, kegiatan keagamaan, dan tradisi budaya seperti Ngarak Perahu Maulid dan Gotong Toapekong. Namun, penelitian juga menemukan hambatan berupa menurunnya peran generasi muda dalam kegiatan tradisional, perubahan struktur kepengurusan klenteng, dan kekhawatiran terkait penjual daging babi yang memengaruhi preferensi interaksi sebagian warga.
Copyrights © 2025