Disinformasi politik digital telah menjadi bagian integral dari strategi komunikasi politik kontemporer, terutama dalam ekosistem media sosial yang sangat emosional dan terhubung secara algoritmik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana struktur jaringan disinformasi terbentuk dan bagaimana logika emosional digunakan untuk membentuk opini publik. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi digital, dokumentasi konten media sosial, dan wawancara mendalam terhadap informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktor-aktor sentral dalam jaringan disinformasi yang memiliki pengaruh tinggi dalam distribusi konten emosional, dengan emosi marah dan benci sebagai dominasi utama dalam narasi. Penelitian ini menegaskan bahwa logika emosional menjadi instrumen utama dalam mikropolitik digital dan memperkuat perlunya intervensi kebijakan serta literasi digital berbasis afeksi. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup penguatan sistem deteksi berbasis jaringan dan emosi, serta pengembangan edukasi publik yang responsif terhadap manipulasi afektif dalam ruang digital.
Copyrights © 2025