Pendidikan kontekstual yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan prinsip neurosains menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era global. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model integrasi neuro-pedagogi dan etnosains dalam kurikulum formal dengan fokus pada aktivasi memori, partisipasi siswa, dan asosiasi budaya–ilmiah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada sekolah dasar di wilayah dengan budaya lokal yang kuat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan teknik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas dengan tingkat integrasi tinggi antara neuro-pedagogi dan etnosains memiliki capaian belajar lebih optimal, ditunjukkan dengan peningkatan retensi memori, keterlibatan aktif siswa, serta relevansi pemahaman konsep ilmiah. Implikasi praktis penelitian ini adalah pengembangan strategi pembelajaran yang kontekstual dan berbasis otak dapat memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan efektivitas pendidikan formal. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru berbasis neuro-pedagogi dan kearifan lokal untuk memperluas penerapan model ini pada berbagai jenjang pendidikan.
Copyrights © 2025