Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan beban kasus yang tinggi. Upaya perencanaan program yang lebih efektif diperlukan untuk mendukung pencapaian target eliminasi TBC. Salah satu pendekatan alternatif yang dapat digunakan adalah Quadrant of Difficulty–Usefulness (QoDU), yang memetakan prioritas program berdasarkan tingkat kesulitan dan kebermanfaatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan persepsi tenaga kesehatan mengenai penerapan metode QoDU dalam perencanaan program TBC di Puskesmas wilayah Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif. Informan adalah enam penanggung jawab program TBC yang dipilih secara purposif dari Puskesmas dengan capaian program berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan panduan semi-terstruktur. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik melalui proses transkripsi, pengkodean, identifikasi tema, dan penyusunan subtema. Validitas temuan diperkuat dengan triangulasi data menggunakan dokumen perencanaan dan hasil kuantitatif sebelumnya. Hasil: Informan menyatakan QoDU membantu memvisualisasikan prioritas program secara sederhana dan praktis. Metode ini mempermudah diskusi lintas program, mengurangi subjektivitas, serta mempercepat pengambilan keputusan. Keterlibatan multipihak juga meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil perencanaan. Kesimpulan: QoDU dinilai bermanfaat sebagai alat inovatif dalam perencanaan program TBC di Puskesmas dan berpotensi untuk diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan kesehatan di layanan primer. Kata kunci: Tuberkulosis, Perencanaan Program, Quadrant of Difficulty–Usefulness (QoDU), Persepsi Tenaga Kesehatan, Studi Kualitatif
Copyrights © 2025