Kontrol tekanan darah merupakan kunci dalam terapi hipertensi melalui obat antihipertensi dan perubahan gaya hidup. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas, terutama pada pasien dengan penyakit kronis. Meningkatnya penggunaan antihipertensi dipengaruhi oleh tingginya prevalensi hipertensi dan penggunaan obat yang tidak rasional. Hipertensi pada lansia memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Kondisi ini menimbulkan risiko kardiovaskular dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penatalaksanaannya kompleks, sehingga pemilihan obat seperti diuretik, ACE inhibitor, ARB, beta bloker, dan CCB harus disesuaikan. Kajian pola penggunaan obat hipertensi masih terbatas, sehingga diperlukan tinjauan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan geriatri. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif dengan pencarian data artikel menggunakan query search: "Penggunaan Antihipertensi pada Lansia" OR "Pola Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pasien Lansia", "Antihipertensi Pasien Geriatriā "Evaluasi Rasionalitas Terapi Hipertensi pada Lansia" pada database Google Scholar dan Garuda. Artikel yang diambil memenuhi kriteria inklusi berupa jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025) dan dapat diakses. 5 artikel yang digunakan dianalisis lebih lanjut. Hipertensi pada pasien geriatri didominasi oleh kelompok usia 60-74 tahun dengan proporsi perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Penggunaan obat dengan regimen tunggal lebih sering digunakan dibandingkan kombinasi. Jenis antihipertensi ynag digunakan calcium channel blocker (CCB) dan ACE inhibitor sebagai terapi utama. Dari aspek rasionalitas penggunaan obat menunjukan sudah sesuai dengan kriteria tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Penatalaksanaan hipertensi pada pasien geriatri menggunakan terapi tunggal dengan dominasi CCB (amlodipin). Meskipun sebagian besar rasional dalam penggunaan obat perlu ditingkatkan pemantauan dan evaluasi agar pemilihan obat lebih sesuai dengan kondisi klinis pasien dan pedoman terapi nasional maupun international. Kata Kunci: antihipertensi, hipertensi, lansia, obat, pasien geriatri
Copyrights © 2025