Penjadwalan CPU merupakan salah satu fungsi penting dalam sistem operasi yang menentukan efisiensi dan keadilan penggunaan prosesor. Algoritma Round Robin (RR) dikenal karena kesederhanaannya dan kemampuannya mendistribusikan waktu CPU secara adil kepada setiap proses. Namun, performa algoritma ini sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya nilai time quantum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ukuran quantum dan kinerja algoritma Round Robin berdasarkan metrik turnaround time (TAT), waiting time (WT), throughput, dan context switch (CS). Simulasi dilakukan pada beberapa skenario dengan variasi quantum (2–100 ms) dan pola kedatangan proses yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan nilai quantum menurunkan jumlah context switch secara signifikan hingga titik optimal pada kisaran 10–20 ms, di mana sistem mencapai keseimbangan antara efisiensi dan responsivitas. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif antara context switch dan turnaround time dengan koefisien determinasi (R²) mencapai 0,84–0,87. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan time quantum yang tepat sangat krusial dalam menjaga performa sistem operasi time-sharing, dan nilai quantum 10–20 ms dapat dianggap sebagai rentang optimal untuk beban kerja umum.
Copyrights © 2025