Koperasi Simpan Pinjam (KSP) menghadapi tantangan dalam menjaga loyalitas anggota dan meningkatkan profitabilitas di tengah persaingan layanan keuangan. Untuk menjawab masalah tersebut, penelitian ini menganalisis perbandingan dua strategi versioning sistem informasi, yaitu rilis minor dan rilis mayor, yang umum diterapkan KSP sebagai pembaruan berkala pada layanan pinjaman, seperti penyesuaian fitur, peningkatan batas pinjaman, serta perubahan proses operasional. Penelitian ini dilakukan karena belum ada studi yang menggunakan Agent-Based Modeling (ABM) untuk membandingkan secara langsung efektivitas strategi versioning minor dan mayor dalam konteks sistem informasi KSP. Metode ABM digunakan untuk mensimulasikan perilaku 50 agent selama 24 bulan, dengan sepuluh pengulangan untuk setiap skenario. Simulasi dijalankan pada NetLogo, dan hasilnya dianalisis menggunakan Python melalui perhitungan mean, variance, standard deviation, dan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa major release menghasilkan kinerja lebih tinggi dibandingkan minor release, ditandai dengan rata-rata total transaksi lebih besar (96 vs 82,7), profit lebih tinggi (Rp1,76 miliar vs Rp1,07 miliar), serta retensi anggota yang sedikit lebih baik (28% vs 26%). Meskipun biaya pengembangan major release lebih besar, strateginya terbukti lebih efektif dalam meningkatkan profitabilitas dan mempertahankan anggota.
Copyrights © 2025