Kabupaten Indramayu, sebagai produsen ikan tertinggi di jawa barat memiliki implikasi degradasi sumber daya laut dan juga overfishing. penyebab utama hal tersebut belum optimal dan komprehensifnya pengolahan data pengolahan dalam pengendalian tangkapan. masalah lain pada sistem penjualan ikan masih didominasi mekanisme tradisional di tempat pelelangan ikan (TPI) yang kurang efisien. untuk mempercepat penjualan ikan yang tidak bisa bertahan lama banyak praktik penjualan diluar TPI yang ujungnya menekan harga dan mengurangi pendapatan, sehingga data penjualan tidak valid. untuk mengatasi hal tersebut penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan sistem informasi terintegrasi dalam pengelolaan data tangkapan dan penjualan berbasis kebutuhan konsumsi. untuk mengetahui proses yang ada, tahapan diawali dengan menggambarkan proses bisnis, kemudian analisis dan perancangan sistem, sampai prototyping untuk gambaran sistem awal. dari sistem yang dikembangkan terdapat dua proses utama yaitu sistem pengelolaan data tangkapan yang dikelola petugas syahbandar dan dinas, serta sistem pelelangan yang dikelola admin TPI, dengan pengguna lain yaitu bakul sebagai pembeli dan yang melakukan proses penawaran serta dinas perikanan. dimana kedua sistem tersebut terintegrasi satu sama lain.
Copyrights © 2025