Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan simulasi PhET dan model Guided Discovery Learning (GDL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi fluida di kelas XI. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan dua kelompok: kelas 1 menggunakan PhET dan kelas 2 menggunakan GDL. Instrumen berupa tes pemecahan masalah berdasarkan empat indikator Polya. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada kedua kelas. Pada kelas 1 (PhET), persentase meningkat dari 88,42% → 90,53% (Memahami Masalah), 89,47% → 92,63% (Menyusun Rencana), 85,26% → 87,37% (Melaksanakan Rencana), dan 56,84% → 76,32% (Memeriksa Kembali). Sedangkan pada kelas 2 (GDL), persentase meningkat dari 112,63% → 113,68% (Memahami Masalah), 85,26% → 97,89% (Menyusun Rencana), 94,21% → 122,11% (Melaksanakan Rencana), dan 66,84% → 120,53% (Memeriksa Kembali). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Copyrights © 2025