Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran menggunakan simulasi PhET terhadap peningkatan pemahaman konsep momentum dan impuls siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain pretest–posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI, yaitu kelas eksperimen yang belajar menggunakan simulasi PhET dan kelas kontrol yang belajar melalui metode ceramah konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda yang mencakup tujuh indikator kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata N-Gain sebesar 56% (kategori cukup efektif), sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 41% (kategori kurang efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan simulasi PhET lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa karena memberikan pengalaman belajar yang interaktif, kontekstual, dan mendukung proses konstruktivisme dalam pembelajaran fisika.
Copyrights © 2025