Mie ayam daun kelor merupakan inovasi pangan fungsional lokal yang memanfaatkan kombinasi tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) dan tepung terigu dalam rasio 1:1. Penambahan daun kelor (Moringa oleifera) dilakukan untuk meningkatkan kandungan protein, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan alami, sementara penggunaan MOCAF bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor gandum sekaligus memanfaatkan potensi bahan baku lokal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen deskriptif melalui uji organoleptik dan sensori yang melibatkan 33 panelis berusia 19–22 tahun. Parameter yang diuji meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan aftertaste dengan skala penilaian 1–5. Hasil uji menunjukkan seluruh aspek berada pada kategori “suka–sangat suka”, dengan skor tertinggi pada aroma (4,39) dan warna (4,21). Warna hijau alami daun kelor serta aroma gurih dan tekstur lembut menjadi ciri khas produk yang disukai konsumen. Kombinasi MOCAF–terigu juga terbukti mempertahankan elastisitas mie tanpa menurunkan cita rasa. Inovasi ini menunjukkan potensi tinggi sebagai pangan fungsional lokal bergizi, sehat, dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025