Beras merupakan sumber karbohidrat utama masyarakat Indonesia, namun ketergantungan tinggi terhadapnya menimbulkan tantangan ketahanan pangan saat produksi menurun. Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) berpotensi sebagai alternatif karbohidrat lokal karena kandungan gizi tinggi serta mampu tumbuh di lahan kering. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi sorgum sebagai bahan baku beras analog melalui karakteristik fisiko-kimia dan sensori. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan bahan utama tepung sorgum yang dikombinasikan dengan pati sagu dan campuran rempah bubuk (0–3%). Proses pembuatan meliputi penyosohan, penggilingan, pencampuran, ekstrusi (80 °C), pengeringan (60 °C, 4 jam), dan evaluasi sensori oleh 70 panelis dengan skala hedonik 7 poin. Hasil menunjukkan bahwa beras analog sorgum memiliki kadar air, protein, serat, dan amilosa yang sesuai untuk penyimpanan serta tekstur yang baik. Penambahan rempah 0,5–1% menghasilkan warna, aroma, dan rasa paling disukai panelis. Produk dengan kadar amilosa dan serat optimal memberikan tekstur kenyal dan lembut. Kesimpulannya, sorgum berpotensi besar sebagai bahan baku beras analog bergizi dan diterima konsumen, mendukung diversifikasi pangan nasional yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025