Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kondisi kelembaban inkubator terhadap jumlah dan viabilitas sel punca mesenkimal (Mesenchymal Stem Cell, MSC) pada pasase 6 hingga 9. Dua kondisi fisiologis diuji, yaitu kultur dalam inkubator dengan kelembaban tinggi (RH ±95%) dan kelembaban rendah (RH <80%) pada kondisi normoksia (37°C, 5% CO₂). Sel yang digunakan merupakan MSC manusia yang diperoleh dari jaringan lemak donor dewasa dan telah dikarakterisasi positif terhadap penanda CD73, CD90, dan CD105. Proses kultur dilakukan secara aseptis dengan media a-MEM yang diperkaya Human Platelet Lysate (HPL) serta antibiotik 1% penicillin-streptomycin. Parameter yang diukur meliputi jumlah total sel, viabilitas sel menggunakan pewarnaan Trypan Blue, dan Population Doubling Time (PDT). Hasil menunjukkan bahwa kelembaban tinggi memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan jumlah sel dan viabilitas (p<0,05). Rata-rata jumlah sel akhir pada kondisi lembab mencapai 23,36×10⁶ dengan viabilitas 90,23%, sedangkan pada kondisi kering hanya 5,56×10⁶ dengan viabilitas 81,13%. Perbedaan kelembaban juga memengaruhi PDT, di mana kondisi lembab menghasilkan pertumbuhan lebih cepat (0,33 hari⁻¹) dibandingkan kondisi kering (0,54 hari⁻¹). Dengan demikian, kelembaban tinggi berperan penting dalam menjaga stabilitas fisiologis dan mempercepat proliferasi MSC in vitro.
Copyrights © 2025