Proyek manufaktur Replace 54in Sea Water Line di PT. SRK semula direncanakan selesai dalam 49 hari, tetapi terlambat 26 hari menjadi 75 hari. Penelitian ini menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi penyebab utama keterlambatan, yaitu pekerjaan drawing engineering, dan menghasilkan 4 langkah perbaikan bagi kontraktor. Penjadwalan ulang dengan Critical Path Method (CPM) menunjukkan bahwa penambahan jam kerja lembur 4 jam selama durasi proyek dapat mempercepat penyelesaian menjadi 32 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp 16.000.000. Alternatif penambahan tenaga kerja mempercepat proyek menjadi 32 hari dengan biaya tambahan Rp 13.500.000. Kesimpulannya, penambahan tenaga kerja lebih efektif dari segi biaya untuk mencegah keterlambatan pada proyek Replace 54in Sea Water Line berikutnya.
Copyrights © 2025