Pembelajaran bermakna merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan keterkaitan antara pengetahuan baru dengan pengalaman atau pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik. Dalam perspektif filsafat pendidikan, pembelajaran bermakna tidak hanya dipahami sebagai proses transfer informasi, tetapi sebagai upaya pembentukan pribadi yang utuh dan reflektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pembelajaran bermakna melalui pendekatan filsafat pendidikan, khususnya dari aliran pragmatism, konstruktivisme, eksistensialisme, humanism. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan studi Pustaka yaitu metode pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Ditekankan bahwa proses belajar harus memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis, membangun makna secara personal, serta mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Kajian ini menyimpulkan bahwa filsafat pendidikan memberikan fondasi konseptual yang kuat untuk merancang praktik pembelajaran yang holistik dan transformatif.
Copyrights © 2025