Catechesis is an important element in the process of forming and growing the faith of Christians. Each stream in Christianity has a different theological and methodological approach in conducting catechesis, depending on their understanding of God, humanity, and salvation. This study focuses on two major streams in Protestantism, namely Charismatic and Calvinist, to explore the fundamental differences in their catechesis practices. Using a qualitative method based on literature study, the author examines how each stream designs, implements, and evaluates catechesis and its impact on the faith formation of the congregation. The results show that the Charismatic stream emphasizes spiritual experience, relational discipleship, and personal encounter with God through the work of the Holy Spirit, while the Calvinist stream emphasizes intellectual and moral formation through systematic teaching of Christian doctrine, the use of catechism, and liturgical order. This article concludes that both approaches have unique and complementary values, and offers suggestions for how the contemporary church can integrate the strengths of each tradition for the sake of holistic and contextual faith formation Katekisasi merupakan unsur penting dalam proses pembentukan dan pertumbuhan iman umat Kristen. Setiap aliran dalam Kekristenan memiliki pendekatan teologis dan metodologis yang berbeda dalam menyelenggarakan katekisasi, tergantung pada pemahaman mereka tentang Allah, manusia, dan keselamatan. Penelitian ini berfokus pada dua aliran besar dalam Protestanisme, yakni Karismatik dan Calvinis, untuk menggali perbedaan mendasar dalam praktik katekisasi mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penulis meneliti bagaimana masing-masing aliran merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi katekisasi serta dampaknya terhadap pembinaan iman jemaat. Hasilnya menunjukkan bahwa aliran Karismatik menekankan pengalaman spiritual, pemuridan yang relasional, dan perjumpaan pribadi dengan Allah melalui karya Roh Kudus, sedangkan aliran Calvinis menekankan pembentukan intelektual dan moral melalui pengajaran sistematis atas doktrin Kristen, penggunaankatekismus, dan ketertiban liturgis. Artikel ini menyimpulkan bahwa kedua pendekatan tersebut memiliki nilai yang unik dan saling melengkapi, serta menawarkan saran agar gereja masa kini dapat mengintegrasikan kekuatan dari masing-masing tradisi demi pembinaan iman yang utuh dan kontekstual.
Copyrights © 2025