Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan Dana Perimbangan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2021 sampai dengan 2024. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 35 Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sampling jenuh. Dari 140 data yang terkumpul, ditemukan 6 outlier, sehingga diperoleh 134 sampel untuk dianalisis menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belanja modal tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan menunjukkan pengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Temuan ini mencerminkan kewajaran struktur pengelolaan keuangan daerah, di mana ketergantungan terhadap transfer dana pusat belum mampu mendorong kinerja fiskal yang optimal. Sebaliknya, penguatan kapasitas Pendapatan Asli Daerah terbukti menjadi determinan positif kinerja keuangan, yang menegaskan pentingnya otonomi fiskal dalam konteks desentralisasi. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur tentang hubungan antara instrumen fiskal dan efektivitas kinerja sektor keuangan publik di tingkat subnasional.
Copyrights © 2025