Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas dengan psychological distress pada remaja Generasi Z. Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap tekanan social, terutama dari kelompok sebaya. Generasi Z yang tumbuh di era digital dengan penggunaan media social tinggi lebih beresiko mengalami kecemasan dan depresi. Penlitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi bivariat. Partisipan berjumlah 223 remaja usia 15-21 tahun. Instrumen yang digunakan adalah The Conformity Scale dan Psychological Distress K-10 Scale. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman melalui SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara konformitas dan psychological distress. Mayoritas responden memiliki tingkat konformitas tinggi (83,9%) dan psychological distress tinggi (87,4%).
Copyrights © 2025