Peternakan ayam broiler skala UMKM seringkali menghadapi kendala dalam memantau kesehatan ternak secara objektif dan berbasis data, sehingga berisiko mengalami keterlambatan deteksi penyakit dan kerugian ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan peternak melalui pelatihan dan penerapan sistem digital berbasis algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan kondisi kesehatan ayam menjadi tiga kategori: sehat, kurang sehat, dan sakit. Parameter yang digunakan meliputi usia, berat badan, suhu tubuh, konsumsi pakan, kondisi feses, aktivitas harian, gejala klinis, dan warna jengger. Kegiatan dilaksanakan di Peternakan Ayam Pak Sobri, Bekasi, melalui pendekatan pelatihan intensif, pendampingan teknis, serta implementasi sistem berbasis web yang dirancang sederhana dan intuitif. Hasil menunjukkan bahwa peternak mampu memahami dan mengoperasikan sistem untuk mengidentifikasi ayam berisiko, sehingga memungkinkan intervensi dini dan pengambilan keputusan yang lebih tepat. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas digital dan literasi data peternak dalam manajemen kesehatan ternak secara mandiri.
Copyrights © 2025