Hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang jarang terjadi, namun dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik awan konvektif yang memicu kejadian hujan es di Desa Badranasri, Kecamatan Karanganyar, pada 21 Maret 2025 dengan menggunakan data radar cuaca dan satelit. Data yang digunakan meliputi citra satelit Himawari-9 dan data radar cuaca dari Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, yang kemudian diolah menggunakan perangkat lunak SATAID dan RainDART. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu puncak awan turun drastis hingga -76°C, menandakan awan telah menembus tropopause. Reflektivitas maksimum pada produk CMAX melebihi 60 dBZ, mengindikasikan konveksi kuat. Produk VCUT memperlihatkan puncak awan mencapai lebih dari 18 km dengan reflektivitas tinggi di bagian bawah, yang menandakan adanya akumulasi es akibat lemahnya updraft. Produk ZHAIL menunjukkan probabilitas kejadian hujan es di atas 80% pada pukul 09.10 UTC, bertepatan dengan lokasi kejadian. Berdasarkan keempat analisis tersebut, kejadian hujan es di Karanganyar terkonfirmasi sebagai hasil dari proses konvektif yang intens. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan radar cuaca dalam deteksi dini fenomena cuaca ekstrem di wilayah tropis.
Copyrights © 2025