Berbagai makna sosial dan budaya muncul di masyarakat sebagai akibat dari fenomena bendera One Piece menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam fenomena ini, serta untuk memahami bagaimana budaya populer global diinterpretasikan dan diadaptasi secara nasional sebagai sarana ekspresi sosial dan politik masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori semiotika Roland Barthes sebagai metode. Data dikumpulkan melalui observasi konten daring. Kajian literatur dilakukan untuk memperkuat interpretasi dengan konsep-konsep nasionalisme, budaya populer, dan teori tanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, simbol bendera One Piece adalah simbol bajak laut fiksi dari anime Jepang. Namun, secara konotatif, makna simbol ini telah mengalami perubahan, menjadi simbol kritik sosial, perlawanan terhadap ketidaksetaraan sosial, solidaritas antarwarga, dan bentuk ekspresi baru dari nasionalisme era digital di kalangan anak muda. Mitos yang terbentuk adalah bahwa pada era sekarang, kemerdekaan tidak hanya diartikan secara kaku, tetapi juga dapat diinterpretasikan melalui representasi kreatif dan bermakna dari budaya populer.
Copyrights © 2025