Pertumbuhan Buy Now Pay Later (BNPL) dalam konteks inovasi pembiayaan teknologi telah meningkatkan peran pembiayaan kredit pada perusahaan bisnis pembiayaan di Indonesia. Namun demikian, terdapat potensi risiko likuiditas dan risiko kredit dari dorongan ini, yang dapat menghambat pendapatan bisnis. Studi ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana pertumbuhan kredit BNPL, likuiditas, dan risiko kredit memengaruhi pendapatan perusahaan bisnis pembiayaan Indonesia dalam rentang tahun 2020 hingga 2024. Tujuh perusahaan di sektor keuangan yang berada di bawah pengawasan (OJK) menjadi sumber data sekunder dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis varians untuk menelaah hubungan antarvariabel secara asosiatif. Kajian Data dilakukan melalui metode regresi panel, yang turut melibatkan pengujian Chow, Hausman, serta Lagrange Multiplier (LM) untuk menyelesaikan pemilihan model. Temuan menunjukkan bahwa model efek tetap adalah yang paling sesuai dalam penelitian ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit BNPL memiliki dampak yang kecil dan merugikan terhadap laba perusahaan. Likuiditas memiliki dampak yang signifikan dan positif. Risiko kredit memiliki dampak yang kecil dan merugikan terhadap profitabilitas. Profitabilitas perusahaan bisnis keuangan secara signifikan dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut secara bersamaan. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan kredit BNPL dan risiko kredit tidak berdampak signifikan terhadap pendapatan perusahaan, sementara likuiditas merupakan aspek terpenting. Dengan demikian, pengelolaan risiko kredit dan likuiditas memiliki peranan yang sangat krusial bagi perusahaan pembiayaan kredit di era digital modern untuk menjaga profitabilitas bisnis.
Copyrights © 2025