Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi bagaimana leverage, firm size, dan audit report lag dapat memengaruhi pemberian going concern audit opinion pada perusahaan yang bergerak di sektor Consumer Cyclicals dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2022–2024. Dalam studi ini, leverage diukur menggunakan rasio Debt to Assets Ratio (DAR), firm size ditentukan melalui logaritma natural atas total aset, sedangkan audit report lag dihitung berdasarkan jumlah hari antara tanggal laporan keuangan tahunan dan tanggal penyelesaian audit. Variabel terikat berupa opini going concern diklasifikasikan dengan dua keadaan, yaitu bernilai 1 apabila perusahaan memperoleh opini going concern tersebut dan 0 apabila tidak. Sebanyak 97 perusahaan dipilih sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode regresi logistik. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa leverage serta audit report lag memiliki pengaruh positif terhadap kemungkinan auditor mengeluarkan opini going concern, sedangkan firm size memberikan pengaruh yang berlawanan atau negatif. Dengan demikian, ketiga variabel tersebut terbukti memainkan peran penting dalam menentukan probabilitas auditor memberikan opini going concern, terutama pada perusahaan yang dianggap berada dalam kondisi keuangan yang kurang stabil.
Copyrights © 2025