Minimnya penggunaan lagu-lagu gerejawi resmi seperti KJ, PKJ, NNBT, NKB, DSL dam KSK dalam ibadah GMIM menimbulkan kekhawatiran terhadap pelestarian warisan musik gereja yang sarat nilai teologis dan historis. Artikel ini bertujuan menegaskan kembali urgensi penggunaan lagu-lagu tersebut melalui pendekatan teologis berdasarkan pemikiran Jeremy Begbie. Dengan Metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara di Jemaat GMIM Sion Tumaluntung, ditemukan bahwa meski lagu-lagu gerejawi memiliki nilai spiritual tinggi, penggunaannya menurun karena kurangnya pembinaan, dominasi music kontemporer, dan rendahnya pemahaman generasi muda. Oleh karena itu, gereja perlu menyusun strategi edukatif dan liturgis agar lagu-lagu ini kembali berperan dalam membentuk spiritualitas Kristen secara utuh.
Copyrights © 2025