Marhaeni Luciana Mawuntu
Universitas Kristen Indonesia Tomohon, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Lumales Mawuntu, Marhaeni; Tumiwa, Jever Kivri; Runtuwene, Hendry M. C.
Educatio Christi Vol 6 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i1.159

Abstract

This research explores the tradition of Lumales (stepping in noble trails) as a medium for Minahasa tou to now understand the concept of omnipresent divinity in local traditions. At the same time, it dismisses the misunderstanding that local traditions do not have an element of God's omnipresence. This research will explore the experiences of the ancestors with the Holy One, the Omniscient God, through all the paths of life they have built. Furthermore, the exploration carried out on Lumales cultural activities will use a qualitative research approach combined with an ethnographic approach. This research will depart from oral data that is transmitted and is still maintained among cultural actors and Minahasa people in several villages. Furthermore, based on such an approach, the author will offer Lumales: Experiencing God Omnnipresent in the cultural activities of Tou Minahasa Christianity now as a theology based on the local Minahasa narrative.
Membangun Urgensi Penggunaan Lagu Gerejawi (KJ, PKJ, NNBT, DSL, KSK) Dalam Perspektif Musik Gereja Menurut Jeremy Begbie Kowuh, Kluivert Natanael; Tarumingi, Denny A.; Mawuntu, Marhaeni
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/tkcb2c05

Abstract

Minimnya penggunaan lagu-lagu gerejawi resmi seperti KJ, PKJ, NNBT, NKB, DSL dam KSK dalam ibadah GMIM menimbulkan kekhawatiran terhadap pelestarian warisan musik gereja yang sarat nilai teologis dan historis. Artikel ini bertujuan menegaskan kembali urgensi penggunaan lagu-lagu tersebut melalui pendekatan teologis berdasarkan pemikiran Jeremy Begbie. Dengan Metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara di Jemaat GMIM Sion Tumaluntung, ditemukan bahwa meski lagu-lagu gerejawi memiliki nilai spiritual tinggi, penggunaannya menurun karena kurangnya pembinaan, dominasi music kontemporer, dan rendahnya pemahaman generasi muda. Oleh karena itu, gereja perlu menyusun strategi edukatif dan liturgis agar lagu-lagu ini kembali berperan dalam membentuk spiritualitas Kristen secara utuh.
Membangun Harmoni Sosial melalui Toleransi Beragama: Analisis Hubungan Umat Kristen dan Buddha Labobar, Jerson; Rengkung, Yansye; Kawatu, Gloria; Sahempa, Amazia; Natary, Dyara; Mawuntu, Marhaeni
Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar Vol. 2 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen: Arastamar
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63536/arastamar.v2i1.95

Abstract

Kajian ini membahas tentang factor-faktor yang mempengaruhi relasi antar umat beragama dengan berfokus pada interaksi antara umat Kristen dan Buddha dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Tomohon. Kota Tomohon dipilih sebagai sebagai Lokasi penelitian karena memiliki reputasi sebaga salah satu daerah dengan Tingkat toleransi agama yang relative kuat di tengaah kemajemukan sosial dan budaya. Penelitian ini menggunaakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui analisis terhadap literatur ilmiah, pemberitaan media, serta dokumen yang relevan dengan konteks sosial keagamaan. Temuan kajian menunjukkan bahwa hubungan harmonis antara umat Kristen dan Buddha terbangun melalui praktik sosial yang menekankan dialog, kerja sama, dan partisipasi lintas agama. Peran pemuka agama, pemimpin lokal, dan tokoh masyarakat menjadi factor penting dalam menjaga stabilitas relasi sosial antar umat beragama. Selain itu, kearifan lokal Minahasa seperti mapalus dan Sitou Timou Tumou Tou, berfungsi sebagai landasan nilai yang memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan. Pendidikan multikultural dan penguatan literasi keagamaan turut berperan dalam membentuk sikap keberagamaan yang inklusif dan saling menghormati. Kajian ini menyimpulkan bahwa relasi Kristen dan Buddha di Kota Tomohon mencerminkan praktik kerukunan umat beragama berbasis komunitas yang memiliki signifikansi sosiologis serta relevan sebagai rujukan dalam pengembangan kajian toleransi dan kehidupan beragama di Indonesia.