Artikel ini mengkaji relevansi Kristologi Kenosis sebagai dasar etika kebangsaan dalam menghadapi oligarki dan korupsi politik di Indonesia. Dominasi oligarki, kleptokrasi, dan politik dinasti telah melemahkan legitimasi moral demokrasi dan menandakan krisis etika kepemimpinan. Berdasarkan Filipi 2:5-11, Kenosis menawarkan paradigma etis yang menekankan kerendahan hati, pengosongan diri, dan pelayanan sebagai dasar kepemimpinan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka, berfokus pada penafsiran teologis terhadap Filipi 2:5-11 serta karya teolog seperti Moltmann dan Kitamori melalui hermeneutika teologis dan analisis konseptual-filosofis. Hasil kajian menunjukkan tiga nilai kenotik utama, yaitu anti-keserakahan sebagai kritik korupsi, pelayanan berkorban sebagai alternatif melawan oligarki, dan solidaritas kebangsaan sebagai koreksi ketimpangan sosial. Dengan demikian, Kenosis menjadi antitesis etis terhadap penyalahgunaan kuasa sekaligus kerangka moral bagi reformasi politik yang adil dan berintegritas.
Copyrights © 2025