Stres kerja merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular. Salah satu profesi pekerjaan yang berisiko stres adalah pengemudi ojek online. Penelitian memiliki tujuan untuk melihat hubungan tingkat stres dengan skor JAKVAS. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden adalah 75 orang sopir transportasi online laki-laki yang mengendarai sepeda motor dari 5 wilayah Surabaya, yang diambil dengan accidental sampling. Pengukuran tingkat stress menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Pengukuran risiko kardiovaskular menggunakan Jakarta Cardiovascular Score (JAKVAS). Data dianalisis statistik dengan menggunakan program jamovi, menggunakan statistik deskriptif dan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan skor JAKVAS terbanyak adalah kategori high risk (40%), mayoritas responden memiliki tingkat stress berat (37,3%), tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat stres dan skor JAKVAS (χ² = 4,396; df = 4; p = 0,355). Meskipun hubungan keduanya tidak signifikan, tingginya proporsi responden dengan risiko kardiovaskular tinggi menegaskan perlunya skrining rutin pada profesi dengan beban kerja tinggi seperti pengemudi ojek online.
Copyrights © 2025