Pasien yang menjalani radioterapi dan atau kemoterapi berisiko tinggi mengalami mukositis oral akibat toksisitas terapi. Efek samping mukositis oral ini berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, penurunan kualitas hidup, perpanjangan lama rawat inap, serta penundaan pengobatan kanker. Glutamin merupakan asam amino yang berperan sebagai sumber energi dan donor nitrogen dalam proses penyembuhan jaringan yang rusak akibat radioterapi dan atau kemoterapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas glutamin oral sebagai terapi mukositis oral pada pasien dengan radioterapi dan atau kemoterapi. Pencarian literatur dilakukan pada tiga database besar yaitu Pubmed, Cochrane Library, dan Scopus menggunakan kriteria eligibilitas. Literatur dilakukan pada tahun 2000–2021. Terdapat dua artikel meta-analisis yang relevan dengan pertanyaan klinis dan kriteria eligibilitas. Kedua meta-analisis tersebut menunjukkan bahwa glutamin oral menurunkan kejadian mukositis berat sebesar 47–53% (RR 0,47–0,48), memperpendek durasi mukositis berat hingga 3–4 hari, serta menurunkan kebutuhan opioid (RR 0,65), penggunaan selang makan (RR 0,58–0,61), dan interupsi terapi (RR 0,63–0,70). Hasil penelitian menunjukkan glutamin oral efektif sebagai terapi mukositis oral pada pasien dengan radioterapi dan atau kemoterapi.
Copyrights © 2025