Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konstruksi pesan sosial dalam film Budi Pekerti (2023) dibangun melalui alur cerita, karakter, dan simbol visual pada konteks masyarakat digital Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, penelitian ini mengkaji proses pembentukan makna sosial melalui observasi tekstual atas adegan, dialog, serta tanda visual yang berkaitan dengan moralitas, etika digital, empati, dan pendidikan karakter. Teori Konstruksi Sosial atas Realitas Berger dan Luckmann digunakan sebagai landasan analitis untuk memahami tiga proses utama, yaitu eksternalisasi nilai moral oleh tokoh Bu Prani, objektivasi melalui opini publik yang dibentuk dari potongan informasi viral, serta internalisasi yang tampak dari tumbuhnya empati pada keluarga, murid, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Budi Pekerti mengkonstruksi pesan sosial melalui empat dimensi utama, yaitu etika dan tanggung jawab digital, nilai keluarga dan empati sosial, moralitas dalam pendidikan karakter, serta rekonsiliasi kritik atas perilaku masyarakat di era media digital, tetapi juga mencerminkan peran keluarga dan institusi pendidikan sebagai ruang pembentukan kesadaran moral. Dengan demikian, film berfungsi sebagai media komunikasi yang mampu membentuk realitas sosial sekaligus menstimulasi refleksi etis pada masyarakat digital Indonesia.
Copyrights © 2025