Penyakit Tuberkulosis telah dikenal lebih dari satu abad yang lalu yakni sejak ditemukannya kuman penyebab Tuberkulosis oleh Robert Koch tahun 1882. WHO pada tahun 1993 mengatakan bahwa Tb sebagai suatu poblema kesehatan masyarakat yang sangat penting dan serius di seluruh dunia serta merupakan penyakit yang menyebabkan kedaruratan global (Global Emergency), karena satu dari tiga pendudujk dunia diperkirakan telah teinfeksi dengan Mycobacterium tuberkulosis (disebut juga Basil Tahan Asam=BTA) sebagai kuman penyebab TB yang dibuktikan dengan pemeriksaan Mantouxtes. Secara geografis kasus TBC terbanyak di Southeast Asia (45,6%), Afrika (23,3%) dan Western Pacific (17,8%), dan yang terkecil di Eastern Mediterranean (8,1%), The Americas (2,9%) dan Eropa (2,2%).Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantatif, dengan merumuskan hipotesis yang selanjutnya dilakukan pengujian statistik untuk menerima atau menolak hipotesis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberculosis. Berdasarkan tabel diatas tentang dukungan instrumental menunjukkan bahwa dukungan instrumental kurang (10%) pada pasien yang tidak patuh lebih rendah dibandingkan dengan dukungan instrumental baik (57,1%) . Berdasarkan uji statistik, nilai p-value pada dukungan instrumental adalah 0,001 yang berarti memiliki hubungan yang bermakna antara dukungan instrumental dengan kepatuhan pengobatan tuberculosis.
Copyrights © 2024