Cancel culture merupakan salah satu fenomena dari budaya digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena cancel culture dengan fokus pada karakteristik, faktor yang mempengaruhi, serta dampak positif dan negatifnya. Metode penelitian menggunakan wawancara mendalam, observasi di lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture memiliki karakteristik respons cepat dan massal, mob mentality, serta dampak jangka panjang dan polarisasi konflik. Faktor yang mempengaruhinya meliputi peran media sosial, kesadaran sosial yang meningkat, kurangnya literasi digital, dan mob mentality. Dampak positifnya antara lain meningkatkan akuntabilitas publik, memberdayakan suara korban, dan mendorong perubahan perilaku. Namun, dampak negatifnya juga signifikan, seperti membatasi kebebasan berekspresi, potensi penyalahgunaan, dan dampak psikologis serius pada individu yang di-cancel. Penelitian ini merekomendasikan edukasi literasi digital dan kebijakan yang mendukung penggunaan media sosial secara bertanggung jawab untuk mengelola fenomena ini dengan bijak.
Copyrights © 2025