Artikel ini bertujuan untuk mengkaji film Indonesia Calling (1946) sebagai bentuk historiografi alternatif yang menyoroti solidaritas lintas bangsa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-kritis, penelitian ini memanfaatkan metode analisis wacana dan semiotika film untuk membaca Indonesia Calling sebagai teks budaya yang memuat ideologi serta mengandung muatan politis dalam merepresentasikan sejarah. Studi ini juga mengintegrasikan teori kewargaan budaya dan kajian historiografi kritis guna memahami bagaimana film ini menawarkan narasi tandingan terhadap versi resmi sejarah Orde Baru. Temuan utama menunjukkan bahwa Indonesia Calling tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga sebagai intervensi budaya yang strategis dalam membongkar narasi tunggal perjuangan kemerdekaan. Film ini mengungkap pentingnya solidaritas global dalam menentang kolonialisme dan mengusulkan perlunya perspektif transnasional dan humanistik dalam penulisan sejarah Indonesia guna memperkuat demokrasi dan hak-hak kewargaan budaya.
Copyrights © 2025