Artikel ini mengkaji praktik arsip visual partisipatif melalui program Tasimpan yang digagas oleh Indonesia Art Movement di Jayapura. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis observasi partisipatif, penelitian ini berupaya memahami keterlibatan komunitas lokal dalam proses pembangunan arsip kolektif. Selain itu, pendekatan ini menghadirkan metode pengarsipan alternatif yang lebih inklusif, dialogis, dan berakar pada konteks perkotaan lokal. Tujuan penelitian adalah mendokumentasikan dinamika ruang publik, memori kolektif, dan interaksi masyarakat melalui kegiatan hunting foto dan workshop sketsa. Penelitian ini menyoroti bagaimana komunitas lokal, seniman, dan pelajar berpartisipasi dalam merekam keberadaan monumen sejarah sekaligus praktik kehidupan sehari-hari di Taman Imbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsip visual partisipatif tidak hanya berfungsi sebagai pelestari memori kota, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta kesadaran kritis peserta.
Copyrights © 2025